Banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengajak balita berlibur. Salah satunya adalah anak bisa belajar dan bersentuhan dengan lingkungan baru. Berlibur bersama balita juga membantu menstimulasi tumbuh kembang mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Membawa balita traveling juga memberikan beberapa keuntungan, karena biasanya ada harga khusus untuk transportasi dan tiket masuk wahana untuk anak-anak balita. Tentu saja hal ini bisa membantu menghemat biaya liburan.
Namun bepergian bersama balita butuh persiapan matang agar anak tidak rewel dan menikmati perjalanan. Menjaga mood anak sangat penting, karena akan berpengaruh juga kepada mood orang tuanya. Pastikan liburan menjadi perjalanan yang berkesan. Berikut tips agar balita nyaman saat diajak traveling.
1. Jaga Kesehatan Anak
Sebelum diajak traveling ada baiknya membawa anak ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Pastikan juga anak tidak terlalu kelelahan dan mengkonsumsi makanan bergizi sebelum pergi traveling.
2. Destinasi Ramah Anak
Cobalah untuk menentukan destinasi liburan yang ramah anak. Misalnya kota yang ada wahana bermain, kebun binatang, atau pertunjukan tokoh kartun. Boleh juga membawa anak ke wisata alam seperti pantai, perkebunan, atau persawahan, sehingga bisa memberikan edukasi kepada anak bahwa hiburan tidak selalu harus ke wahana bermain. Alam pun bisa menjadi tempat bermain yang menyenangkan.
3. Kebutuhan dan Perlengkapan Anak
Anda perlu membuat daftar kebutuhan dan perlengkapan anak agar tidak ada satupun yang tertinggal. Selain membawa pakaian, pastikan membawa body care anak. Karena kulit anak balita yang masih sensitif belum tentu cocok memakai sabun yang ada di hotel.
4. Membawa Mainan Kesayangan Anak
Perjalanan yang cukup jauh biasanya akan membuat anak bosan dan rewel. Untuk itu, jangan lupa membawa mainan kesayangan anak. Bawa mainan yang berukuran kecil-kecil saja, seperti boneka mini atau mobil-mobilan. Bisa juga membawakannya buku cerita, yang bisa dibaca bersama saat di perjalanan.
5. Bawa Cemilan Kesukaan Anak
Selain bosan, anak juga bisa rewel karena kelaparan. Sedangkan dalam perjalanan jauh belum tentu ada penjual makanan yang biasa dikonsumsi anak. Maka jangan lupa untuk membawa biskuit atau potongan buah kesukaan si kecil.
6. Bernyanyi dan Bermain
Anak yang mulai bosan biasanya akan terus bertanya “kapan sampai”. Nah, sebelum anak menangis, ajak untuk bernyanyi lagu-lagu kesukaannya. Bisa juga mengajak anak melihat keluar jendela untuk melihat pemandangan dan bermain menyebutkan nama-nama benda tersebut.

